Rabu, 27 Desember 2017

Harapanku, Rabbi


Rabbi..
Aku telah menjalani masa – masa hidupku
Menemui banyak ciptaan-Mu
Melewati semua ujian tanda kasih sayang-Mu
Menikmati semua anugerah dalam hidupku karena Engkau yang memberi
Menyayangiku yang masih suka membantah
Mendekatiku yang sering tak mau mendekat
Rabbi..
Kini aku tahu bahwa berharap pada makhluk memang menyesakkan
Menghimpit semua udara dalam paru – paruku, hingga sesak
Rasanya hampir tak ada udara , Rabb
Membuatku air mataku berderai tanpa adanya potongan bawang
Rabbi..
Kini aku berpasrah, aku ingin hidup seperti mau-Mu saja
Menjadikanku manusia yang mau mencintai-Mu sepenuh hati
Meletakkan semua harapanku hanya pada Engkau
Rabbi..
Bolehkah aku merindu-Mu setiap saat?
Ajari aku Rabbi
Karena rasanya aku sudah meletakkan rindu pada tempat yang belum pasti
Ajari aku agar bisa hidup sebagaimana mau-Mu saja
Rabbi..
Aku belum seperti hamba-hamba-Mu yang lainnya
Yang senantiasa menunggu waktu bertemu dengan-Mu, lima kali satu hari
Yang membaca surat cinta dari-Mu setiap saat
Yang mau terbangun dari buaian mimpi, untuk berjumpa dengan-Mu dalam heningnya malam
Rabbi..
Ajari aku menjadikan Engkau satu – satunya tempat ku berharap
Meski susah sungguh, karena terkadang aku tak peduli seberapa banyak himpunan hitam nan kelam dalam diri
Rabbi..
Kini terserah mau-Mu saja
Aku hanya ingin mencintai-Mu dengan sungguh hati
Menjadikan-Mu satu – satunya tempatku berharap
Menjadikan-Mu satu – satunya hal terindah dalam hidup ini
Indah, karena aku memiliki-Mu
Rabbi..
Ajari aku merindukan-Mu dengan sungguh hati
Agar oksigen dalam paru – paruku memadati setiap rongganya
Sungguh Rabbi
Izinkan aku mencintai-Mu sepenuh hati, sebelum kita bertemu kembali
Izinkan aku merindukan-Mu setiap saat, sebelum diriku berubah menjadi kerinduan
Izinkan aku berceloteh ini dan itu tentang itu dan ini hanya pada-Mu
Engkau Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang, Maha Baik
Izinkan aku belajar mencintai-Mu dengan sungguh hati
Izinkan harapanku hanya Engkau, Rabbi
Aku ingin mencintai-Mu dan Merindukan-mu
Aku ingin mencintai dan merindukan makhluk ciptaan-Mu karena-Mu





Kamis, 21 Desember 2017

Life. Fight, and Story



Assalamu’alaikum sahabat

Sudah lama sekali saya nggak posting wkwkwk. Beberapa bulan yang lalu, tugas kuliah saya lagi numpuk banget jadi gak sempet ngeposting. Alhamdulillah saya sudah libur kuliah setelah UAS beberapa hari yang lalu. Yap, kali ini saya mau cerita tentang yang saya alami beberapa bulan terakhir.

Sahabat percaya gak sih kalau Allah itu selalu nemuin kita sama orang – orang yang akan membawa pengaruh tersendiri dalam hidup kita? Allah sudah milihin, siapa aja sih yang bakal ketemu sama kita, yang bakal berkomunikasi sama kita, yang bakal ngasih kita pelajaran hidup baik suka maupun duka. Semua orang yang hadir dalam hidup kita, pasti ada maksud dan tujuan tertentu dari Allah.

Saya mengalami hal demikian juga. Contohnya sekarang ini, saya tuh gak pernah ya kepikiran mau masuk Trisakti, saya maunya masuk UI. Dari saya SMP, saya maunya masuk UI, tapi Allah berkehendak lain, dan saya bersyukur karena saya bisa kuliah di Trisakti. Saya dipertemukan sama dosen – dosen saya yang hebat – hebat. Kadang, saya suka terharu, sebenarnya kasian dosen saya yang ngajar malam T,T karena harusnya mereka sudah istirahat di rumah, tapi masih mengajar yang kelas malam. Salah satu dosen saya pernah bilang katanya beliau itu kalau ngajar malam hari, beliau gak pulang ke rumah karena rumahnya jauh dan kalau pulang malam agak berbahaya, duhhh hati saya terharu. Saya yang kadang masih suka ngeluh karena capek, tapi nyatanya dosen saya lebih capek. Ini dosen Pengantar Bisnis, namanya Ibu Lucy Warsindah. Beliau baik banget. Realistis. Itulah Bu Lucy. Beliau kalau kita salah ya dibilang salah, kalau kita bener ya dibilang bener. Tegas. Saya suka banget sama sikap beliau.

Ada juga salah satu dosen saya, beliau lulusan UI, beliau hebat banget, pemerhati ekonomi. Beliau banyak sharing soal kehidupan, perekonomian, dan hal – hal lainnya. Hebatnya lagi, beliau sedang kuliah S3 di UNPAD, dan beliau bilang, kalau setiap hari Jumat sama Sabtu, beliau ke Bandung buat kuliah. Hebat!. Saya yang kuliah cuma di grogol aja kadang masih suka ngeluh T,T (jangan ditiru wkwk). Nama dosen saya ini Pak Rinaldi Rustam, dosen Mikroekonomika Pengantar. Beliau suka mengaitkan materi dengan kehidupan. Contohnya materi general equilibrium. Pak Rinaldi nyontohinnya gini “Kalau kalian punya baju – baju bekas yang sudah gak dipakai, dan kalian kasih ke anak – anak yang membutuhkan, pasti kebahagiaan anak – anak itu akan bertambah tanpa mengurangi kebahagiaan kalian.” Beliau juga pernah bilang mengenai pentingnya sedekah karena gak akan mengurangi harta justru akan menambah yang kita miliki.

Terharu T,T

Salah satu yang saya suka saat belajar atau menjadi seorang siswa adalah, saya akan mendapat banyak nasihat dari guru – guru saya atau dosen – dosen saya. Nasehat itu mahal. Setelah menjalani rutinitas yang padat dan masalah yang menumpuk, nasehat itu bisa jadi sebuah solusi dan menentramkan hati. 

Dosen matematika ekonomi saya, pak Soeharjoto, beliau juga pernah bilang gini “Sekarang masih enak kan, makan ya makan, tidur tinggal tidur. Tapi gatau kedepannya nanti gimana. Ya semoga enak terus.” Kurang lebih itulah kata – kata beliau. Perkataan yang seperti sindiran halus tapi bagus jika direnungkan.

Ya contohnya kayak saya ini atau mungkin dari kebanyakan sahabat, kita hidup masih enak, tinggal di rumah orang tua, makan dimasakin sama Ibu atau tinggal makan aja gitu ya? Udah disediain orang tua. Coba nanti kedepannya gimana?
 
Kedepannya gimana?

Ini sebuah pertanyaan masa depan, yang harus dipersiapkan dari masa sekarang. Kita harus berusaha jadi orang yang bermanfaat, banyak ilmu, banyak uang juga kalau bisa aamiin.
Uang emang gak dibawa mati, tapi dengan uang, kita bisa dapat pahala yang terus mengalir. Kok bisa? Ya bisa, dengan uang kita bangun pondok pesantren, atau Masjid, atau kita sedekah ke yayasan, dan lain – lainnya. Bukankah tangan diatas lebih baik daripada tangan dibawah?
Saya nggak bermaksud memberi pemahaman matrealistis ya, ini lebih kepada realistis. Kan lebih baik jika kita memanfaatkan uang yang kita punya untuk orang – orang yang membutuhkan.

Kenapa sih kita harus sekolah, kenapa kita harus kuliah, kenapa kita harus kerja?

Kita sekolah, kita kuliah, buat membentuk karakter diri kita, biar menjadi orang yang mampu berpikir sistematis, dari segi berbicara bisa berbicara yang santun. Soal bekerja, pendidikan hanya menjadi penjembatan saja, karena salah satu syarat bekerja di perusaaan dengan benefit yang bagus, ya berpendidikan, dan pendidikan di tempuh di sekolah, universitas secara formal.

Sebagai mahasiswa kelas malam, alias kuliah sambil kerja, saya tahu banget atmosfirnya wkwkk.  Teman – teman saya ada juga yang masuk kuliah telat dengan wajah yang sudah lelah. Ada hal yang gak pernah saya dapetin sebelumnya selama saya sekolah. Saya belum pernah ngerasaian perjuangan meraih pendidikan dengan berjuang. Alhamdulillah saya sudah ngerasain, punya teman – teman seperjuangan yang pagi kerja malam kuliah. Belum lagi kalau ada kuis, beuh hebohhhh. Manfaatin waktu yang ada buat belajar. ini gak mudah. 

Hidup itu perjuangan yang akan membuahkan sebuah cerita. Mungkin saat ini yang kita jalanin masih “gak enak” menurut kita. Tapi, percaya aja, suatu saat hal gak enak itulah yang akan dirindukan. Pasti nanti kita akan bergumam sendiri “Oh iya ya dulu saya…… kalau saya gak mengalami fase itu mungkin saya gak akan bisa seperti sekarang.”

Kalau ada orang yang memberi luka dalam hidup kita, ya anggap aja Allah mau kasih tau kita bahwa kita harus sabar dalam situasi apapun. Kalau kebaikan kita gak dianggap sama orang lain, ya anggap aja Allah mau jauhin kita dari hal buruk. Kadang, kita harus berterimakasih sama orang yang menyadarkan kita soal hidup. Yang marahin kita kalau kita salah, yang negur kita kalau kita salah. Karena hidup ini punya banyak rasa, gak cuma rasa manis aja. Coba masakan? Rasanya macam – macam kan? Ada yang manis, asin, pedas. Gimana kalau rasanya manis semua? Ya gak enak. Ya begitu juga hidup. Meski terkadang pahit katanya wkwk, ya jalanin aja dengan sebaik mungkin. Semua masalah pasti ada solusinya. Semua tangis akan jadi tawa. Percaya aja. Allah Maha Mendengar, Maha Melihat, Maha Tahu, Maha Pengasih, Maha Penyayang.

Allah Maha Baik, mempertemukan kita dengan orang – orang yang akan memberi kesan tersendiri. Memberikan kita pengajaran dan pemahaman mengenai kehidupan.

Jadi, Selamat Berjuang!

Hidup dan Berjuanglah agar ada Cerita indah.

Allah Always With Us