Rabu, 19 Februari 2025

Terkadang, Ekspektasimu Kepada Orang Lain Adalah Kesedihan yang Direncanakan

 Assalamu’alaikum teman-teman

Siapa disini yang suka berekspektasi kepada manusia?

Gimana rasanya? Kecewa ya? Gak jarang kita jadi sedih karena ekspektasi-ekspektasi itu.

Aku tahu banget rasanya ketika ekspektasi berbeda dengan realita pasti rasanya sedih, bikin galau, kecewa.

Di hidup yang fana ini, memang Allah tuh mau kita ga berharap, ga berekspektasi dengan manusia, dalam segala aspek ya.

Dari persahabatan, percintaan, karir, dan sebagainya, jangan pernah menaruh harapan dan ekspektasi kepada manusia, karena manusia itu bisa mengecewakan.

Aku pernah denger atau baca ya lupa dari siapa, ketika kita menikah nanti, jangan berekspektasi apapun kepada pasangan, misal oh nanti kalau saya sudah menikah, saya mau pasangan saya jadi orang yang romantis, yang selalu ingat tanggal-tanggal momen spesial seperti hari ulang tahun, tanggal pernikahan, tanggal ini dan itu, oh saya berharap dan berekspektasi, pasangan saya akan posting saya di media sosialnya dengan caption yang penuh dengan keromantisan.

Nah, gimana kalau semua itu gak terjadi? Pasti kamu akan merasa sedih, itu kan kesedihan yang kamu buat dengan sengaja.

Gimana kalau ternyata pasangan kamu gak romantis dan gak lihai mengingat-ingat tanggal atau momen yang menurutmu penting?

Aku punya cerita menarik dari sahabatku yang sudah menikah, jadi waktu sahabatku ulang tahun, dia cerita ke aku kalau suaminya gak kasih dia surprise apapun. Suaminya cuma bilang gini “ciee ulang tahun” wkwkwk.

Berhubung sahabatku ini sudah tah karakter suaminya, dan dia gak berekspektasi apapun kepada suaminya, jadi dia menanggapinya ya biasa aja, gak jadi masalah, gak buat dia sedih. Tentu, kasusnya bisa berbeda kalau dari awal sahabatku ini sudah menaruh ekspektasi dan harapan akan di surprise-in oleh suaminya. Nah, sampai sini nangkep ya?

Nah lanjut, jadi ketika kita akan menikah, jangan menaruh ekspektasi kepada pasangan, tapi taruhlah ekspektasi kepada dirimu sendiri, atau lebih tepatnya coba buat tantangan ke diri sendiri.

Gimana tuh maksudnya?

Jadi daripada kita berekspektasi apa yang akan orang lain lakukan untuk kita, lebih baik kita yang menaruh ekspektasi itu ke diri sendiri. Misalnya, oh nanti kalau saya nikah, saya mau buatin bekal makanan untuk pasangan, oh nanti kalau saya nikah, saya mau kasih hadiah ke pasangan saya ketika dia achieve sesuatu atau ada momen spesial, oh nanti kalau saya nikah, saya mau bantuin pasangan saya mengurus rumah tangga, dan lain sebagainya.

Lihat perbedaannya? Yup, kalau kita berekspektasi sama manusia, siapapun ya termasuk orang yang kamu sayang, itu bisa menimbulkan luka dan kecewa.

Tapi, kalau bereskpektasi sama dirimu sendiri, itu mendorong kamu untuk melakukan kebaikan yang bisa menyenangkan hati orang yang kamu sayangi.

Begitupun dalam hal lain ya, di persahabatan, pekerjaan, apapun itu, jangan pernah menaruh ekspektasi kepada orang lain, karena realitanya belum tentu sesuai ekspektasimu.

Alih-alih membayangkan sesuai ekspektasi, eh berujung pada kekecewaan yang tak bertepi wkwkkwk oh pedih.

Ya, sekian bincang – bincang hari ni

Sekian, wassalamu’alaikum.

 

 

 

Jumat, 14 Februari 2025

Teruntuk Kamu yang Bernama Muhammad

Assalamu’alaikum,

Apa kabar teman-teman semua, semoga dalam keadaan sehat yaa

Semoga yang sedang sakit, lekas sembuh lekas sehat kembali aamiin.

Siapa disini yang namanya ada Muhammad-nya tunjuk tangan!

Buat kamu yang namanya ada Muhammad – nya boleh baca postingan ini sampai akhir yaa..

Teruntuk para Muhammad, ayo kumpul

Aku adalah salah satu orang yang menyukai nama Muhammad, ya gimana gak suka ya, itu nama Nabi yang MasyaAllah banget akhlaknya.

Pasti orang tuamu memberi namamu Muhammad, juga dengan alasan supaya kamu bisa mencontoh Nabi Muhammad  dan bisa menjadi anak yang shalih.

Bagiku, seseorang yang bernama Muhammad, atau yang nama-namanya islami gitu ya, orang-orang yang beruntung, kenapa beruntung? Karena namanya bagus banget.

Aku ingin banget punya nama Islami gitu wkwk, tapi sayangnya namaku gaada islami-islaminya.

Teruntuk kamu yang bernama Muhammad, dan nama-nama islami lainnya, tolong banget jaga nama baik kamu, jaga diri kamu, perbaiki akhlak kamu.

Menurutku, orang yang punya nama Muhammad atau nama islami lainnya, mengemban amanah yang besar. Rasa-rasanya lebih mudah tersorot kalau melakukan perbuatan tercela, pasti ada yang nyeletuk “Kelakuannya gak sesuai namanya.”. “Keberatan nama tuh, akhlaqless orangnya gak sesuai namanya.” Atau “Namanya rohani kelakuannya kayak roh halus.”

Aku salah satu orang yang menyayangkan kalau ada perilaku orang yang aneh, tapi namanya islami, apalagi kalau namanya Muhammad, pasti kayak “sayang banget ya dia kayak gitu, padahal namanya bagus.”

Emang sih nama itu gak menjamin keshalihan seseorang, tapi karena nama adalah sebuah doa, tentu bagi kita semua harus menyadari bahwa kita harus jadi pribadi yang baik, yang berakhlak.

Saking sukanya sama nama Muhammad, aku pernah bilang ke diri sendiri “Aku mau deh punya suami yang namanya ada Muhammad nya, ya Muhammad siapa kek yang penting ada nama Muhammad nya.”

Tapi gatau ya nama suamiku nanti siapa wkkwkwk, yang jelas sudah pasti sudah pasti sudah pasti, nah diulang sampai tiga kali tuh wkkwkw, sudah pasti aku akan namain anak laki-lakiku kelak dengan nama “Muhammad” dan “Ibrahim” kalau punya dua anak laki-laki.

Kenapa Muhammad dan Ibrahim, Vel?

Karena aku suka sama kedua kisah Nabi tersebut, dan dalam shalat pas attahiyat, ada dua nama nabi yang kita sebut, yaitu Nabi Muhammad dan Nabi Ibrahim.

Sudah pasti aku memutuskan memberi nama itu supaya anakku kelak jadi anak yang shalih, yang berakhlak baik.

Sebagai penutup, ini pesanku untukmu

Teruntuk kamu yang diberi nama Muhammad

Semoga kamu jadi laki-laki yang baik

Semoga kamu dianugerahi kebaikan-kebaikan

Semoga kamu dijauhkan dari perbuatan yang sia-sia

Semoga kamu bisa mencontoh akhlak Nabi Muhammad 

Semoga Allah selalu melindungi kamu

Dan buat kita yang namanya gak Islami, ya gapapa guys, nama kita juga baik kok, orang tua kita pasti kasih nama dengan makna-makna yang baik.

Sekian, wassalamu’alaikum